Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan menjadi ruang membangun pola kerja baru yang lebih terbuka dan kolaboratif.
“Jangan berhenti pada daftar rencana. Mari gunakan forum ini untuk membangun cara kerja baru, lebih terbuka, saling mendukung dan berani berkolaborasi,” katanya.
Angga Kaka juga menegaskan perlindungan anak tidak bisa dibangun dengan ego sektoral.
Ia ingin anak-anak di Kabupaten Sumba Barat Daya tumbuh sehat, tetap bersekolah, terlindungi dari kekerasan serta memiliki masa depan yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
“Kita ingin melihat anak-anak SBD tumbuh sehat, berani bermimpi, tetap sekolah, terlindungi dari kekerasan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan agar perlindungan anak tidak dianggap sebagai program tambahan, melainkan bagian penting dalam arah pembangunan daerah.
Sementara itu, Pimpinan Save the Children, Yashinta Bere menyampaikan pihaknya fokus memastikan anak-anak dapat bertahan hidup dan tumbuh sehat, memperoleh akses pendidikan yang aman dan bermutu, serta mendapat perlindungan dari kekerasan, penelantaran dan eksploitasi.
Yashinta berharap Kabupaten Sumba Barat Daya dapat menjadi Kabupaten Layak Anak yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


