Jakarta, RakyatSumba.ID – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada Rabu (22/4/2026) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, drg. Bonar Bernardus Sinaga, M.Kes, serta Direktur RSUD Waikabubak, dr. Hendrawati E.R.B. Mahemba, Sp.PK.
Dalam forum tersebut, Kabupaten Sumba Barat menjadi daerah keempat yang memaparkan kondisi sektor kesehatannya, setelah Kabupaten Maluku Tengah, Tabanan, dan Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Bupati Yohanis Dade menyoroti sejumlah tantangan dalam pelayanan kesehatan di daerahnya. Ia menyebut implementasi program Kartu Jaminan Kesehatan Sumba Utara (KJSU) dan Integrasi Layanan Primer (ILP) belum berjalan optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana.
Selain itu, RSUD Hobakalla hingga kini belum terakreditasi karena kekurangan tenaga medis dan fasilitas pendukung. Sementara Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Sumba Barat juga belum memenuhi standar Biosafety Level 2 (BSL-2) akibat keterbatasan fasilitas dan SDM.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp378.472.567.717. Anggaran tersebut direncanakan untuk peningkatan fasilitas RSUD Waikabubak, RS Hobakalla, Puskesmas, serta Labkesmas Tingkat 2.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


