iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Siswa SMAK St. Alfonsus Weetebula Diduga Dikeroyok Dua Oknum Guru, Orangtua Tempuh Jalur Hukum

200
SMAK St. Alfonsus Weetebula
Bagian depan SMAK St. Alfonsus Weetebula. (Foto: Dok. Istimewa)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSUMBA.ID – Seorang siswa SMAK St. Alfonsus Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial VRB (17), diduga menjadi korban pengeroyokan yang melibatkan dua orang guru di lingkungan sekolah tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, tepatnya di lapangan sekolah saat kegiatan baris-berbaris berlangsung.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar kebiruan pada bagian mata kanan dan mengeluarkan darah dari hidung. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karitas Waitabula untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Berdasarkan dokumen kepolisian, dua orang yang dilaporkan terkait dugaan pengeroyokan tersebut masing-masing berinisial AAP dan SFL.

Orangtua wali korban, Eren Cristin Wardani, mengatakan, dirinya menyayangkan peristiwa yang menimpa anak tersebut.

Kepada media ini, Kamis (5/11/2026), Eren menjelaskan bahwa persoalan itu telah dilaporkan ke Polsek Kota Tambolaka, Polres Sumba Barat Daya, pada Rabu (4/11/2026).

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/33/XI/2026/SPKT/POLSEK KOTA TAMBOLAKA/POLRES SUMBA BARAT DAYA/POLDA NTT.

Eren mengaku telah memaafkan persoalan tersebut secara pribadi. Namun, ia menegaskan tetap melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang telah dibuat.

Baca Juga:
Polres Sumba Timur Gandeng Gereja Lawan Narkoba, Jemaat Diajak Lindungi Generasi Muda

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *