iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wabup Angga Kaka Ingin Anak-Anak Sumba Barat Daya Tumbuh Aman, Sekolah dan Berani Bermimpi

200
Kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam mendukung sistem perlindungan anak dalam hal alokasi anggaran di Kabupaten Sumba Barat Daya di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam mendukung sistem perlindungan anak dalam hal alokasi anggaran di Kabupaten Sumba Barat Daya di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (20/5/2026). (Foto: Kominfo Sumba Barat Daya)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSumba.ID – Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan R Kaka menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam mendukung sistem perlindungan anak dalam hal alokasi anggaran di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (20/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas P3AP2KB SBD Yohanes Ganti Akal bersama jajaran, pimpinan Save the Children Yashinta Bere, pimpinan Stimulant Sumba Edi Eduardus U K Yani, pimpinan Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Harapan Sumba, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, serta para peserta dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Angga Kaka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat dalam forum tersebut.

Menurutnya, forum itu mencerminkan kepedulian dan keseriusan bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak melalui sinergi lintas sektor dan dukungan program berkelanjutan.

“Perlindungan anak bukan hanya urusan satu dinas atau lembaga tertentu, tetapi pekerjaan bersama. Pekerjaan kemanusiaan yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan menentukan wajah SBD beberapa tahun ke depan,” ujar Angga Kaka.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan menjadi ruang membangun pola kerja baru yang lebih terbuka dan kolaboratif.

“Jangan berhenti pada daftar rencana. Mari gunakan forum ini untuk membangun cara kerja baru, lebih terbuka, saling mendukung dan berani berkolaborasi,” katanya.

Angga Kaka juga menegaskan perlindungan anak tidak bisa dibangun dengan ego sektoral.

Ia ingin anak-anak di Kabupaten Sumba Barat Daya tumbuh sehat, tetap bersekolah, terlindungi dari kekerasan serta memiliki masa depan yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

“Kita ingin melihat anak-anak SBD tumbuh sehat, berani bermimpi, tetap sekolah, terlindungi dari kekerasan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:
Ribuan ASN Hadiri Pembukaan Orientasi PPPK SBD 2026, Wabup Angga Kaka: Jangan Sekadar Cari Status

Lebih lanjut, ia menekankan agar perlindungan anak tidak dianggap sebagai program tambahan, melainkan bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Save the Children, Yashinta Bere menyampaikan pihaknya fokus memastikan anak-anak dapat bertahan hidup dan tumbuh sehat, memperoleh akses pendidikan yang aman dan bermutu, serta mendapat perlindungan dari kekerasan, penelantaran dan eksploitasi.

Yashinta berharap Kabupaten Sumba Barat Daya dapat menjadi Kabupaten Layak Anak yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *