GKS mengingatkan bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menjadi sarana yang merusak kehidupan sosial.
Karena itu, gereja mengajak masyarakat mewaspadai berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi, seperti judi online, pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital, dan penyebaran ujaran kebencian yang dinilai dapat mengganggu ketahanan keluarga, gereja, maupun masyarakat.
Tolak feodalisme dan dorong pemerintahan bersih
Dalam bidang sosial budaya, GKS menyatakan penolakannya terhadap praktik feodalisme yang masih membedakan masyarakat ke dalam kelompok maramba dan ata.
Menurut GKS, sistem tersebut bertentangan dengan nilai kesetaraan karena membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, hukum, dan politik.
Gereja mengajak seluruh masyarakat melakukan reposisi budaya Sumba agar semakin memanusiakan manusia, membebaskan, serta menempatkan setiap orang setara sebagai gambar Allah (Imago Dei).
Sidang Sinode juga menyoroti tata kelola pemerintahan yang dinilai masih menghadapi persoalan korupsi, kolusi, nepotisme, dan oligarki.
GKS mendorong penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi, pemerataan pembangunan hingga wilayah pedalaman, serta kebijakan afirmatif bagi sekolah-sekolah swasta, khususnya sekolah Kristen.
Perkuat literasi dan politik yang beretika
Pesan Sidang turut menyoroti rendahnya tingkat literasi anak-anak di Sumba.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


