iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab SBD Soroti Ancaman Narkoba dan HIV/AIDS dalam Sosialisasi yang Digelar TP PKK

200
1008828215
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) I Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang berlangsung di Gedung Ro'o Luwa Cafe n Resto, Tambolaka, Selasa (26/5/2026). (Foto: Prokopim Sumba Barat Daya)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSumba.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) I Tim Penggerak PKK Kabupaten SBD.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ro’o Luwa Cafe n Resto, Tambolaka, Selasa (26/5/2026), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Barat Daya yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Bonefasius Wungo.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Dalam sambutan tertulis Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, yang dibacakannya, Bonefasius memberikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten SBD, khususnya Pokja I, atas inisiatif menggelar kegiatan edukatif yang dinilai strategis dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

“Edukasi seperti ini menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku hidup berisiko,” ujar Bonefasius.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba memiliki keterkaitan erat dengan penyebaran HIV/AIDS. Penggunaan jarum suntik secara bergantian oleh pengguna Napza serta perilaku seksual berisiko disebut menjadi faktor utama penularan virus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bonefasius juga mengungkapkan data penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sumba Barat Daya yang dinilai cukup memprihatinkan.

Menurut dia, kasus HIV/AIDS telah ditemukan dan tersebar di lebih dari 100 desa dan kelurahan yang berada di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten SBD.

Tidak hanya itu, kasus juga ditemukan pada berbagai kalangan profesi dan status sosial, mulai dari ibu rumah tangga, petani, pekerja swasta, mahasiswa, ASN, aparat negara, pelajar hingga balita.

“Fakta ini menjadi pengingat bahwa persoalan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada sikap abai, namun juga tidak boleh ada stigma. Yang harus kita bangun adalah kepedulian, edukasi, dan langkah nyata pencegahan,” tegasnya.

Bonefasius turut memberikan pesan khusus kepada para pelajar dan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut agar menjauhi narkoba demi menjaga masa depan mereka.

“Kepada anak-anakku para pelajar dan generasi muda, saya berpesan: jauhilah narkoba dalam bentuk apa pun. Jangan pernah mencoba, karena masa depan kalian terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jadilah generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia bersama komitmen global telah mencanangkan target berakhirnya epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS.

“Daerah yang hebat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kualitas manusianya. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi mampu melahirkan pemahaman, kepedulian, dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, jajaran Pokja I, para narasumber, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar selaku peserta sosialisasi. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *