Dalam kesempatan itu, Bonefasius juga mengungkapkan data penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sumba Barat Daya yang dinilai cukup memprihatinkan.
Menurut dia, kasus HIV/AIDS telah ditemukan dan tersebar di lebih dari 100 desa dan kelurahan yang berada di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten SBD.
Tidak hanya itu, kasus juga ditemukan pada berbagai kalangan profesi dan status sosial, mulai dari ibu rumah tangga, petani, pekerja swasta, mahasiswa, ASN, aparat negara, pelajar hingga balita.
“Fakta ini menjadi pengingat bahwa persoalan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada sikap abai, namun juga tidak boleh ada stigma. Yang harus kita bangun adalah kepedulian, edukasi, dan langkah nyata pencegahan,” tegasnya.
Bonefasius turut memberikan pesan khusus kepada para pelajar dan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut agar menjauhi narkoba demi menjaga masa depan mereka.
“Kepada anak-anakku para pelajar dan generasi muda, saya berpesan: jauhilah narkoba dalam bentuk apa pun. Jangan pernah mencoba, karena masa depan kalian terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jadilah generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia bersama komitmen global telah mencanangkan target berakhirnya epidemi HIV/AIDS pada tahun 2030.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


