iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Sumba Barat Desak Penuntasan Kasus Penganiayaan Satpol PP, Soroti Kondisi Kamtibmas Daerah

200
bupati sumba barat
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, didampingi Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, S.Sos, melakukan audiensi dengan jajaran Polres Sumba Barat, Jumat (29/5/2026). (Foto: Prokopim Sumba Barat)
  • Bagikan

Waikabubak, RakyatSumba.ID – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, didampingi Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, S.Sos, melakukan audiensi dengan jajaran Polres Sumba Barat untuk membahas situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (29/5/2026) itu turut dihadiri Ketua DPRD Sumba Barat Charles Pekadede Tenanolo, S.AP, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf. Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, SH, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanis Dade menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Sumba Barat merupakan bentuk dukungan terhadap institusi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga menyampaikan sejumlah persoalan kamtibmas yang saat ini menjadi perhatian publik, mulai dari kasus pengrusakan di RSUD, persoalan yang terjadi di wilayah Lamboya, hingga kasus penganiayaan dan pengrusakan yang menimpa anggota Satpol PP saat menjalankan tugas penertiban.

“Kasus pengrusakan dan penganiayaan terhadap anggota Pol PP sampai saat ini terkesan seperti dibiarkan. Padahal saya sendiri memimpin upacara penertiban yang dihadiri lengkap oleh Forkopimda. Kami berharap kasus-kasus seperti ini dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Yohanis Dade.

Minta Penyidik Bekerja Profesional

Bupati juga meminta aparat penegak hukum, khususnya penyidik, agar bekerja secara profesional dan independen tanpa dipengaruhi kepentingan apa pun.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif demi menjawab harapan masyarakat terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban di Sumba Barat.

“Kami ingin menyampaikan suara hati rakyat Sumba Barat. Kalau kita satu hati menertibkan, sebenarnya persoalan kecil saja bisa diselesaikan. Jangan ada pembiaran terhadap pelanggaran hukum,” ujarnya.

Polres Sumba Barat Tegaskan Proses Hukum Berjalan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menjelaskan bahwa setiap perkara pidana harus melalui tahapan pembuktian yang kuat agar dapat diproses hingga ke pengadilan.

Terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Satpol PP, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit sebagai bagian dari alat bukti dalam penyidikan.

Baca Juga:
Ribuan ASN Hadiri Pembukaan Orientasi PPPK SBD 2026, Wabup Angga Kaka: Jangan Sekadar Cari Status

Kapolres menyebut para korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang akan menjadi dasar dalam proses penetapan tersangka.

“Kami harus meyakinkan pihak jaksa, kemudian jaksa juga harus mampu meyakinkan hakim. Karena itu semua proses harus berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolres.

Ia menegaskan bahwa Polres Sumba Barat berkomitmen menindak setiap pelanggaran hukum tanpa memandang latar belakang pelaku.

“Kami siap menindak setiap pelanggaran tanpa memandang latar belakang pelaku dan seluruh masukan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai aturan hukum,” katanya.

DPRD Kutuk Kekerasan terhadap Satpol PP

Ketua DPRD Sumba Barat, Charles Pekadede Tenanolo, juga menyoroti perkembangan penanganan kasus penganiayaan terhadap anggota Satpol PP serta pengrusakan kendaraan dinas yang terjadi saat pelaksanaan penertiban.

Menurutnya, anggota Satpol PP yang bertugas saat itu menjalankan tugas negara berdasarkan surat perintah resmi sehingga mendapat perlindungan hukum.

Charles menegaskan bahwa seluruh masyarakat wajib menghormati hukum dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas.

Ia juga mengutuk keras tindakan penganiayaan terhadap anggota Satpol PP maupun pengrusakan aset pemerintah daerah.

Kasus Hobakalla Masuk Tahap I Kejaksaan

Dalam audiensi tersebut, Kapolsek Lamboya turut menyampaikan perkembangan penanganan kasus Hobakalla yang saat ini masih dalam proses hukum.

Menurut laporan yang disampaikan, berkas perkara kasus tersebut telah memasuki Tahap I di Kejaksaan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum proses berikutnya berjalan.

Menutup pertemuan, Bupati Yohanis Dade menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Sumba Barat dan seluruh jajaran kepolisian atas kerja sama yang selama ini terjalin dalam menjaga keamanan daerah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Sumba Barat. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *