Menurut Enos, berdasarkan hasil pertemuan dan keterangan dari kedua belah pihak, tidak ditemukan adanya niat keluarga untuk menelantarkan Ibu Adriana.
Ia menjelaskan, keluarga besar justru berharap Ibu Adriana tetap berada di lingkungan rumah besar karena keberadaannya sangat membantu dalam merawat ibu mertuanya yang sedang sakit.
“Puji Tuhan, hari ini Ibu Adriana dan Bapak Bulu Dairo telah berdamai dan disaksikan oleh seluruh keluarga, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan. Dalam proses ini, masing-masing tulus menyampaikan isi hatinya dan tidak ada pemaksaan,” kata Enos.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kabali Dana, Dominggus Willu Ate.
Ia memastikan persoalan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut telah selesai dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan.
“Ini hanya salah paham. Dan hari ini sudah diselesaikan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya mediasi tersebut, keluarga berharap masyarakat tidak lagi berspekulasi terkait persoalan yang terjadi dan menghormati proses perdamaian yang telah dicapai secara kekeluargaan. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


