iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Berkas Ditolak karena IPK, Pemkab SBD Upayakan Review Ulang Perbup Beasiswa

200
Kabag Kesra Setda SBD, Agustinus Herman Theedens
Kabag Kesra Setda SBD, Agustinus Herman Theedens. (Foto: Yanto Tena/RakyatSumba.ID)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSumba.ID Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa jenjang S1, S2 hingga S3.

Di bawah kepemimpinan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Wakil Bupati SBD, Dominikus A Rangga Kaka, Pemkab SBD bahkan menyiapkan anggaran lebih dari Rp4 miliar untuk mendukung program tersebut pada tahun 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya untuk mencetak 100 Magister dan 10 Doktor dalam satu periode kepemimpinannya.

“Dan perlu dicatat pemerintah terus berkomitmen untuk dunia pendidikan dengan menyiapkan anggaran Rp4 M lebih di tahun ini. Beasiswa S1, S2, dan S3. Target kami 1 periode ini akan ada 100 Magister dan 10 Doktor,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda SBD, Agustinus Herman Theedens mengatakan, program beasiswa tersebut dirancang menyasar sekitar 730 mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan.

Menurut Herman, khusus beasiswa prestasi akan diperuntukkan bagi 576 mahasiswa S1. Sedangkan beasiswa bantuan sosial (bansos) disiapkan untuk 80 mahasiswa.

Baca Juga:
Bupati Yohanis Dade Hadiri HUT Ke-41 RSUD Waikabubak, Akreditasi Paripurna Jadi Modal Tingkatkan Pelayanan

Selain itu, Pemkab SBD juga menyiapkan bantuan khusus bagi 30 mahasiswa kedokteran.

“Selain itu untuk S2 itu kita siapkan jatah bagi 13 mahasiswa sedangkan S3 untuk 1 orang,” ungkap Herman belum lama ini.

Namun demikian, ia mengakui hingga kini banyak berkas mahasiswa yang ditolak setelah melalui proses review Inspektorat.

Dari sekitar 900 berkas yang masuk, sebagian besar dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi, terutama terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

“Ada banyak yang ditolak setelah direview oleh Inspektorat. Karena IPK mereka di bawah syarat. Misalnya itu mahasiswa prestasi, IPK itu kan harus 3,0 tapi ada yang di bawah. Begitupun mahasiswa bansos yang harusnya IPK 2,75 tapi mereka punya di bawah itu,” katanya.

Kondisi tersebut diakuinya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk memenuhi target penerima beasiswa yang cukup besar.

Karena itu, pihaknya kini tengah mengupayakan review ulang terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Tahun 2024 terkait persyaratan penerima beasiswa.

“Ini yang sedang kita upayakan ini. Kami harus sampaikan biar teman-teman yang mau kasih masuk berkasnya harus lihat syarat tersebut. Kalau syaratnya lengkap tentu akan segera dicairkan karena kita sendiri bagi tahap pencairan itu dalam dua tahap,” pungkasnya. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *