Dalam kesempatan tersebut, Yusti selaku Kordiv P3S menyampaikan sejumlah pokok diskusi terkait potensi sengketa pada setiap tahapan Pemilu 2029.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar persoalan yang muncul dalam tahapan pemilu dapat diminimalisir.
Sementara itu, Srie Demu sebagai Kordiv HP2H menyoroti pentingnya kerja sama dalam pengawasan partisipatif, khususnya terhadap Data Pemilih Berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan partai politik dan masyarakat sangat dibutuhkan guna memastikan data pemilih tetap akurat dan valid menjelang tahapan pemilu.
“Pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, kami berharap adanya kolaborasi aktif dari partai politik dan masyarakat, terutama dalam pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan agar hak pilih masyarakat benar-benar terjamin,” kata Srie Demu.
Dalam diskusi yang berlangsung, pimpinan partai politik dan perwakilan KPU juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Bawaslu dalam menciptakan pemilu yang damai dan demokratis.
Mereka turut memberikan sejumlah masukan terkait pentingnya sosialisasi aturan kampanye serta penguatan pengawasan hingga tingkat desa agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


