Rakor tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Drs Etmundus N Nau yang mewakili Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla selaku Ketua GTRA
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Forkopimda serta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam tim GTRA.
Dalam sambutannya Sekda SBD menegaskan bahwa reforma agraria bukan sekadar program pertanahan
Menurutnya program ini merupakan strategi pemerintah dalam menghadirkan keadilan kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat
“Tanah tidak boleh hanya berhenti pada legalitas tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya
Ia juga menyoroti potensi besar lahan di Kabupaten Sumba Barat Daya khususnya di kawasan transmigrasi yang perlu dikelola secara optimal melalui penataan aset dan penataan akses
Lebih lanjut Sekda menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan reforma agraria
Mulai dari pendataan legalisasi aset dukungan permodalan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat hingga pembukaan akses pasar
Meski demikian ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan reforma agraria
Di antaranya sinkronisasi data keterbatasan anggaran persoalan tata ruang serta dinamika sosial dan adat di tengah masyarakat
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






