iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Melki Laka Lena Panen Raya Jagung di SBD, Komitmen Perkuat Swasembada Pangan

200
panen jagung di SBD
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin panen raya jagung di Kampung Ikit, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (3/7/2026). (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSUMBA.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin panen raya jagung di Kampung Ikit, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Jagung yang dipanen merupakan varietas komposit Lamuru, salah satu varietas unggul yang dikembangkan untuk lahan kering. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap kondisi kekeringan, berumur genjah, serta menghasilkan biji berkualitas sehingga sangat cocok dikembangkan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore, Camat Kodi Utara, Kepala Desa Hameli Ate, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Gubernur: Petani adalah Penopang Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa panen raya bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti keberhasilan para petani dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.

“Saya selalu senang datang ke tengah-tengah para petani dan melihat hasil pertanian yang melimpah. Bayangkan kalau tidak ada petani, kita mau makan beras dan jagung dari mana? Petani adalah profesi yang sangat mulia. Karena itu, berbanggalah menjadi petani,” ujar Melki.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani atas dedikasi mereka dalam menjaga produktivitas pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di NTT.

Sumba Barat Daya jadi Sentra Jagung NTT

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di provinsi ini.

Pada Musim Tanam I (Oktober 2025–Maret 2026) dan Musim Tanam II (April–Juni 2026), luas tanam jagung di daerah tersebut mencapai 36.393 hektare, dengan 8.260 hektare di antaranya berada di Kecamatan Kodi Utara.

Menurut Gubernur, capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Sumba Barat Daya terhadap target swasembada pangan nasional.

“Dari total sekitar 36 ribu hektare lahan jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya, lebih dari 8 ribu hektare berada di wilayah ini. Ini luar biasa. Produktivitas yang sudah baik harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Pemprov Siapkan Solusi untuk Keluhan Petani

Dalam dialog bersama petani, Gubernur menerima berbagai aspirasi terkait kendala yang masih dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan pupuk bersubsidi, kebutuhan benih unggul, hingga minimnya sarana pascapanen seperti mesin pengering dan mesin perontok jagung.

Menanggapi hal tersebut, Melki langsung meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melakukan tindak lanjut.

Untuk persoalan irigasi, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dan Balai Wilayah Sungai guna meningkatkan infrastruktur pengairan secara bertahap.

Sementara itu, akses terhadap benih unggul akan diperkuat melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai mitra swasta.

Adapun terkait pupuk bersubsidi, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, serta PT Pupuk Indonesia agar kuota pupuk bagi petani jagung di Sumba Barat Daya dapat ditingkatkan.

“Kita akan perjuangkan penambahan kuota pupuk. Produksi tidak mungkin meningkat kalau kebutuhan dasar petani belum terpenuhi,” tegasnya.

Dapur MBG Diharapkan jadi Pasar Baru Hasil Pertanian

Selain meningkatkan produksi, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan sarana pascapanen agar kualitas hasil jagung tetap terjaga, terutama saat musim panen bertepatan dengan curah hujan tinggi.

Ia juga berharap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pasar baru bagi hasil pertanian lokal.

“Kita ingin kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Dengan begitu manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh petani di Sumba Barat Daya,” ujarnya.

Melki turut memberikan motivasi kepada para penyuluh pertanian agar terus mendampingi petani melalui inovasi dan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas.

Petani Minta Dukungan Pupuk dan Alat Pascapanen

Ketua Kelompok Tani Paghili Mere, Agustinus Wokur Kaka, mengapresiasi kehadiran Gubernur di tengah para petani.

Ia mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penambahan pupuk bersubsidi, penyediaan benih unggul, serta bantuan mesin pengering dan mesin perontok jagung.

Menurutnya, sebagian besar petani di Desa Hameli Ate mengelola lahan minimal satu hektare, bahkan banyak yang mampu menanam jagung dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu penyediaan pupuk, benih, dan alat pascapanen agar hasil produksi kami semakin meningkat,” katanya.

Wabup SBD: Tanam Jagung, Panen Sarjana

Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap sektor pertanian di daerahnya.

Ia menegaskan Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi besar sebagai sentra produksi jagung, namun masih membutuhkan dukungan pupuk, alat mesin pertanian, serta sarana pra dan pascapanen.

“Kami selalu mengatakan, tanam jagung panen sarjana. Banyak anak-anak kami yang berhasil menjadi dokter, tenaga kesehatan, guru, dan berbagai profesi lainnya karena kerja keras para petani. Maka sudah sepatutnya petani mendapatkan perhatian yang lebih besar,” tuturnya.

Panen raya jagung di Desa Hameli Ate menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *