Menanggapi hal tersebut, Melki langsung meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melakukan tindak lanjut.
Untuk persoalan irigasi, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dan Balai Wilayah Sungai guna meningkatkan infrastruktur pengairan secara bertahap.
Sementara itu, akses terhadap benih unggul akan diperkuat melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai mitra swasta.
Adapun terkait pupuk bersubsidi, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, serta PT Pupuk Indonesia agar kuota pupuk bagi petani jagung di Sumba Barat Daya dapat ditingkatkan.
“Kita akan perjuangkan penambahan kuota pupuk. Produksi tidak mungkin meningkat kalau kebutuhan dasar petani belum terpenuhi,” tegasnya.
Dapur MBG Diharapkan jadi Pasar Baru Hasil Pertanian
Selain meningkatkan produksi, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan sarana pascapanen agar kualitas hasil jagung tetap terjaga, terutama saat musim panen bertepatan dengan curah hujan tinggi.
Ia juga berharap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pasar baru bagi hasil pertanian lokal.
“Kita ingin kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Dengan begitu manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh petani di Sumba Barat Daya,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


