Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus mendokumentasikan kekayaan budaya Sumba agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Sastra jadi Jembatan Budaya dan Pariwisata Sumba
Thimotius juga melihat hubungan erat antara sastra dan pembangunan sektor pariwisata.
Wisatawan yang datang ke Sumba, kata dia, tidak hanya perlu disuguhi keindahan alam, tetapi juga diajak mengenal cerita, tradisi, bahasa, seni, serta nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan demikian, sastra dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan identitas Sumba secara lebih utuh kepada masyarakat luas maupun wisatawan.
Melalui Festival Sastra Sumba 2026, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mendorong kebudayaan, sastra, kreativitas, pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah.
Sastra pada akhirnya menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan, tetapi juga sebagai kekuatan yang dapat menggerakkan pembangunan.
Melalui karya sastra, suara leluhur diharapkan tetap hidup dan menemukan ruang baru di tengah generasi masa kini. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


