Menurut Bupati, seluruh dokter memiliki kedudukan yang sama sehingga tidak boleh ada sikap arogan maupun merasa lebih tinggi dibanding tenaga medis lainnya.
Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan rumah sakit bukan sekadar jumlah dokter, tetapi tenaga medis yang memiliki loyalitas dan tanggung jawab terhadap tugas pelayanan masyarakat.
“Bukannya kita kekurangan dokter, tetapi yang dibutuhkan adalah dokter yang setia pada tugas dan tanggung jawab,” tambahnya.
Bupati juga memastikan evaluasi pelayanan kesehatan bersama pihak rumah sakit akan dilakukan secara berkala guna memastikan mutu pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.
Sementara itu, Asisten III Setda yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas RSUD Waikabubak memberikan apresiasi kepada Bupati atas perhatian langsung terhadap pembinaan tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta seluruh dokter mengedepankan sikap hospitality atau keramahan dalam melayani masyarakat.
“Harus ada komunikasi dua arah serta mengingat kembali sumpah sebagai dokter. Dibutuhkan karakter kebersamaan dan kolaborasi aktif, tidak bisa bekerja dengan pola tunggal,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengawas juga mengingatkan seluruh tenaga medis agar memahami fungsi dan tugas masing-masing serta menjaga disiplin kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


