Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa PK POM merupakan pengembangan dari Program Rumah Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat.
Program ini bahkan diperluas melalui PK POM Plus yang mencakup sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Sumba Tengah masih berada di kisaran 30 persen atau sekitar 8.000 kepala keluarga. Karena itu, dibutuhkan target yang jelas, terukur, serta pelaporan yang akuntabel dalam pelaksanaan program.
“Program ini harus mengubah pola bantuan sosial menjadi pemberdayaan. Kita ingin masyarakat mandiri, bukan bergantung,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui peran aktif para pimpinan OPD sebagai “orang tua asuh” di desa-desa.
Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan ternak hingga pengembangan hortikultura yang difokuskan pada jenis tanaman produktif.
Menariknya, Pemkab juga mengembangkan program “Menanam Sejuta Harapan” dengan menyiapkan 200 ribu anakan kopi robusta.
Program ini didukung anggaran CSR Bank NTT sebesar Rp143 juta dan ditargetkan menjadi penggerak ekonomi baru masyarakat.
Untuk menyukseskan program tersebut, dibutuhkan sekitar 100 komunitas penggerak di tingkat lokal. Survei lokasi penanaman kopi dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 dengan kriteria lahan minimal satu hektar dan kesiapan teknis lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


