iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dominggus Dama Resmi Nahkodai PKB SBD, Ketua DPW PKB NTT Tegaskan Bukan Sekadar Pergantian Pengurus

200
20260802_125353
Ketua DPC PKB SBD, Dominggus Dama (tengah), Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi (kiri), dan Anggota DPRD SBD Lukas Camma (kanan). (Foto: Yanto Tena/RakyatSUMBA.ID)
  • Bagikan

Tambolaka, RakyatSUMBA.ID – Dominggus Dama resmi dipercaya memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dominggus Dama menggantikan Tobias Dowa Lelu sebagai Ketua DPC PKB SBD.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Bawaslu Sumba Barat Gandeng GAMKI, Teken MoU Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Pilkada

Namun, pergantian kepemimpinan tersebut ditegaskan bukan sekadar pergantian atau restrukturisasi kepengurusan.

Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi, mengatakan pergantian tersebut merupakan bagian dari siklus kepemimpinan organisasi PKB yang berlangsung setiap lima tahun.

Hal itu disampaikan Aloysius usai acara penjemputan Dominggus Dama di kampung halamannya di Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (1/8/2026).

Aloysius menjelaskan, sesuai aturan organisasi PKB, setiap lima tahun seluruh DPC melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab).

Baca Juga:
Bawaslu Sumba Barat Gandeng Kwarcab Pramuka, Teken MoU Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Mekanisme tersebut berlaku bagi 22 kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Partai Kebangkitan Bangsa sesuai aturan selama lima tahun semua melaksanakan yang namanya Musyawarah Cabang. Dan Musyawarah Cabang itu berlaku untuk 22 kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Aloysius.

Ia menjelaskan, seluruh proses Muscab di 22 kabupaten se-NTT telah dilaksanakan.

Setelah proses tersebut, Surat Keputusan (SK) kepengurusan diterbitkan pada 1 Juli 2026.

Sementara pelantikan pengurus dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Jakarta.

Untuk DPC PKB SBD, Dominggus Dama dipercaya menjadi ketua menggantikan Tobias Dowa Lelu.

Aloysius menegaskan proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi dan regenerasi kepemimpinan partai.

“Jadi sekarang proses bukan pergantian saja atau restrukturisasi, tetapi ini proses lima tahun, di mana setiap lima tahun terjadi pergantian kepemimpinan,” tegasnya.

Hasil Kepercayaan DPP PKB

Aloysius juga menyebut kepengurusan baru DPC PKB SBD merupakan hasil kepercayaan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan di tingkat cabang menjadi bagian dari proses konsolidasi dan penyegaran organisasi partai.

Dengan adanya kepengurusan baru, ia berharap PKB SBD semakin solid dalam menjalankan kerja-kerja politik sekaligus berkontribusi terhadap masyarakat.

PKB SBD Siap Bersinergi dengan Pemerintah

Selain persoalan internal partai, Aloysius juga menyinggung hubungan PKB SBD dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ia menegaskan PKB akan terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Aloysius menyebut PKB bukan hanya menjadi partai pendukung, tetapi salah satu partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya yang saat ini menjabat.

Karena itu, menurutnya, PKB memiliki komitmen untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan dan mewujudkan visi-misi kepala daerah.

“Partai Kebangkitan Bangsa, khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya, tentu akan terus bersinergi, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dalam melanjutkan atau mewujudkan visi-misi daripada Bupati dan Wakil Bupati dalam masa yang sudah dipercayakan oleh masyarakat Sumba Barat Daya,” ujar Aloysius.

Ia berharap hubungan tersebut terus diperkuat sehingga PKB dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Minta SDM PKB Diperkuat

Aloysius juga meminta kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dominggus Dama memperkuat sumber daya manusia (SDM) partai.

Menurutnya, penguatan SDM penting agar PKB semakin maju dan mampu menjalankan fungsi organisasi hingga ke tingkat bawah.

Ia menyebut kerja tersebut harus melibatkan seluruh unsur partai, termasuk kader di legislatif, pengurus DPC hingga struktur organisasi di tingkat desa.

“Kita minta SDM hadir untuk PKB maju lagi, mengawal dan bersama-sama dengan pemerintah dalam membangun apa yang menjadi harapan, apa yang menjadi keinginan, dan apa yang menjadi cita-cita daripada program Bupati bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya,” tandas Anggota DPRD NTT itu.

Dominggus Dama Tegaskan Kader Harus Patuh Aturan Partai

Sementara itu, Ketua DPC PKB SBD, Dominggus Dama, menegaskan seluruh kader, termasuk anggota DPRD, harus menjalankan amanat partai sesuai aturan organisasi.

Dominggus mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin DPC PKB SBD merupakan bagian dari proses organisasi.

Karena itu, ia memilih fokus menjalankan amanat partai sesuai aturan yang berlaku.

“Ketika saya dipercayakan, walaupun dikatakan bahwa ini beda sama figur, tapi saya lebih fokus kepada bagaimana menjalankan amanat partai,” kata Dominggus.

Menurut mantan Anggota DPRD NTT tersebut, menjalankan organisasi partai bukan perkara mudah.

Karena itu, seluruh kader dan pengurus harus memahami aturan yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di PKB.

Dominggus menilai aturan partai harus menjadi pedoman bersama, termasuk bagi kader yang duduk sebagai anggota DPRD.

Ia menegaskan tidak boleh ada kepentingan pribadi maupun tindakan individu yang kemudian membuat partai menjadi pihak yang dirugikan.

“Kalau saya prinsipnya tidak bisa tolerir. Kalau memang dia tidak ada alasan atau melakukan sesuatu yang keluar dari ketentuan partai, tentu ini tugas saya bagaimana meluruskan supaya dia memahami,” ujarnya.

Siap Bawa Persoalan Kader ke DPW atau DPP

Dominggus juga menyinggung kemungkinan adanya kader atau anggota partai yang mengambil langkah di luar ketentuan organisasi.

Menurutnya, setiap tindakan kader tetap harus mengacu pada aturan partai.

Jika muncul persoalan, ia akan terlebih dahulu berupaya meluruskan dan memberikan pemahaman kepada kader yang bersangkutan.

Namun, apabila upaya tersebut tidak mendapat respons, Dominggus menyatakan akan membawa persoalan itu kepada jajaran pimpinan partai di tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau tetap tidak memahami, pasti kita sebagai ketua partai akan menyampaikan kepada DPW atau DPP untuk diambil langkah-langkah, karena saya tidak mau dikorbankan partai,” tegasnya.

Ia mengatakan sikap tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan figur tertentu, melainkan sebagai upaya menjaga organisasi agar tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Dominggus menekankan pentingnya kesamaan sikap seluruh kader dalam menjalankan amanat PKB.

Termasuk anggota DPRD yang menjadi representasi partai di lembaga legislatif.

Menurutnya, anggota dewan dari PKB harus tetap memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari struktur politik partai.

“Di situ kita hormati tentu ada batasan-batasannya untuk bagaimana semua anggota dewan harus sejajar untuk menjalankan amanat partai,” kata Dominggus.

Dominggus menilai kesamaan sikap tersebut penting agar kader dan anggota legislatif tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan tugas politik.

Ia pun menegaskan akan menjalankan kepemimpinannya di DPC PKB SBD berdasarkan aturan partai dan mekanisme organisasi yang berlaku.

“PKB solid, artinya bukan saja kelihatannya solid, termasuk orangnya juga solid,” ujarnya. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *