“Pengawasan partisipatif menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti GAMKI sangat penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu,” ujar Pdt. Papi.
Ia menambahkan, penguatan kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dengan organisasi kepemudaan diharapkan dapat memperkuat fungsi pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran yang dapat mencederai proses demokrasi.
Sementara itu, Ketua GAMKI Kabupaten Sumba Barat, Samuel Dato Mesa, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung upaya pengawasan demokrasi melalui edukasi politik serta pelibatan aktif generasi muda.
Menurut Samuel, keterlibatan pemuda dalam pengawasan pemilu menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami siap mendukung pengawasan demokrasi melalui edukasi politik dan pelibatan aktif pemuda dalam setiap proses pengawasan. Ini menjadi bentuk kontribusi nyata GAMKI dalam menjaga kualitas demokrasi di Sumba Barat,” katanya.
Melalui MoU tersebut, kedua lembaga sepakat membangun sinergi dalam berbagai program, mulai dari sosialisasi pengawasan partisipatif, pendidikan politik bagi masyarakat, hingga upaya pencegahan pelanggaran pemilu dan pilkada.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


