Ia mengaku sempat bingung karena cabang olahraga lain tetap berjalan dan mendapat perhatian, sementara taekwondo justru kesulitan mencari dukungan untuk mengikuti pertandingan.
Bahkan menjelang penutupan pendaftaran pada 7 Mei 2026, pihaknya hampir membatalkan keberangkatan karena keterbatasan anggaran.
“Sempat gelisah dan berpikir tidak ikut karena biaya sangat terbatas. Tapi semangat anak-anak luar biasa,” katanya.
Akhirnya, para orangtua atlet sepakat menanggung seluruh kebutuhan secara swadaya, mulai dari biaya transportasi, makan, minum hingga penginapan.
“Kami pelatih hanya diminta mendampingi anak-anak. Semua biaya ditanggung orangtua,” ungkap Alexander.
Ia juga menceritakan perjuangan mereka saat tiba di lokasi pertandingan. Hingga pukul 23.00 Wita, rombongan belum mendapatkan tempat menginap karena keterbatasan biaya.
“Kami akhirnya dapat penginapan yang murah, tapi jaraknya jauh dari lokasi pertandingan,” tuturnya.
Meski penuh keterbatasan, para atlet tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.
Alexander berharap Pemerintah Kabupaten SBD bisa memberi perhatian yang sama terhadap seluruh cabang olahraga, termasuk taekwondo.
“Jangan beda-bedakan cabang olahraga. Anak-anak ini sudah buktikan prestasi,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


