iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Remaja 14 Tahun di Sumba Timur Diduga Dianiaya Kakek, Sempat Dirawat di Puskesmas

200
penganiayaan
Pelaku dan korban sepakat berdamai. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Polisi juga menjenguk korban yang saat itu masih menjalani perawatan di Puskesmas Malahar.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian memberikan imbauan kepada keluarga korban agar membuat laporan polisi sehingga kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Polda NTT Apresiasi Inovasi Satresnarkoba Polres Sumba Timur dalam Cegah Narkoba

Namun, dalam perkembangannya, keluarga korban menyampaikan keinginan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia membuat laporan polisi dengan pertimbangan bahwa terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban.

Atas keputusan tersebut, keluarga kemudian membuat surat pernyataan.

Polisi Tekankan Perlindungan Anak

Kapolres Sumba Timur, AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa setiap persoalan yang melibatkan anak harus mengutamakan keselamatan, pemulihan, serta perlindungan terhadap hak-hak anak.

“Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman, termasuk di lingkungan keluarga. Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari segala bentuk kekerasan serta mengedepankan penyelesaian masalah secara bijaksana tanpa mengabaikan hak korban dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Nanang, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan memberikan perlindungan bagi anak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *