Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berencana menerapkan sistem absensi berbasis fingerprint di seluruh sekolah.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan tenaga pendidik sekaligus kualitas layanan pendidikan.
“Kita akan menerapkan fingerprint di sekolah-sekolah. Tantangan ke depan tidak ringan, terutama menghadapi bonus demografi tahun 2045. Kita harus menyiapkan generasi yang berkualitas sejak sekarang,” ujarnya.
Penyerahan SK ini menjadi titik awal baru bagi para guru PPPK paruh waktu untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme.
Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya, seiring upaya mencetak generasi unggul di masa depan. (rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


