Sidang Sinode GKS Ke-44 Tegaskan Komitmen Green Church, Soroti Tambang, Kemiskinan, AI, hingga Krisis Kemanusiaan Global

1009641260
Ketua Umum Sinode GKS, Pdt Marlin Lomi. (Foto: Dok. Ist)
  • Bagikan

GKS mengingatkan bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menjadi sarana yang merusak kehidupan sosial.

Karena itu, gereja mengajak masyarakat mewaspadai berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi, seperti judi online, pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital, dan penyebaran ujaran kebencian yang dinilai dapat mengganggu ketahanan keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Tolak feodalisme dan dorong pemerintahan bersih

Dalam bidang sosial budaya, GKS menyatakan penolakannya terhadap praktik feodalisme yang masih membedakan masyarakat ke dalam kelompok maramba dan ata.

Menurut GKS, sistem tersebut bertentangan dengan nilai kesetaraan karena membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, hukum, dan politik.

Baca Juga:
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Waikabubak Malam Ini, Getaran Capai Sumba Barat Daya hingga Manggarai Barat

Gereja mengajak seluruh masyarakat melakukan reposisi budaya Sumba agar semakin memanusiakan manusia, membebaskan, serta menempatkan setiap orang setara sebagai gambar Allah (Imago Dei).

Sidang Sinode juga menyoroti tata kelola pemerintahan yang dinilai masih menghadapi persoalan korupsi, kolusi, nepotisme, dan oligarki.

GKS mendorong penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi, pemerataan pembangunan hingga wilayah pedalaman, serta kebijakan afirmatif bagi sekolah-sekolah swasta, khususnya sekolah Kristen.

Perkuat literasi dan politik yang beretika

Pesan Sidang turut menyoroti rendahnya tingkat literasi anak-anak di Sumba.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version