Tambolaka, RakyatSumba.ID – Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menghadiri Upacara Penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Galatama, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (21/5/2026).
Upacara penutupan dipimpin langsung Panglima Kodam IX/Udayana, Piek Budyakto. Kegiatan tersebut menandai berakhirnya program TMMD yang berlangsung selama satu bulan penuh di Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua I DPRD SBD Thomas Tanggu Dendo, Wakil Ketua II Yusuf Bora, Kapolres SBD AKBP Harianto Rantesalu, Kajari Sumba Barat yang diwakili Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Barang Bukti Kejari Sumba Barat Margaretha Ningshy Mabilani, Danyon C Pelopor SBD yang diwakili AKP Maxon M. Pabundu, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan TMMD ke-128 Tahun 2026 mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Menurutnya, program tersebut telah membuktikan capaian nyata dalam mengakselerasi pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi wujud nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Piek Budyakto menjelaskan, pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam IX/Udayana tersebar di empat kabupaten yakni Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Karangasem.
Seluruh sasaran fisik berupa pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial disebut telah selesai dikerjakan. Selain itu, sasaran nonfisik seperti penyuluhan dan sosialisasi materi strategis kepada masyarakat juga telah terlaksana dengan baik.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program TMMD ke-128.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah dan rakyat mampu menjadi penggerak kemajuan daerah.
Pangdam juga berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan dapat dijaga dan dirawat masyarakat sehingga memberi manfaat jangka panjang.
“Mewakili seluruh prajurit dan unsur yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya menyampaikan permohonan maaf apabila selama berinteraksi terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan,” katanya.
Ia berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin selama program berlangsung dapat terus dipelihara sebagai sarana interaksi yang berkelanjutan antara TNI dan masyarakat. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


