Kupang, RakyatSumba.ID – Diseminasi hasil analisis data Crew-Operated Data Recording System (CODRS) menjadi langkah awal dalam memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis masyarakat di wilayah Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Mei 2026 tersebut dirangkaikan dengan penyusunan kesepakatan konservasi (conservation agreement) di sejumlah wilayah di Pulau Sumba.
Diseminasi ini bertujuan menyampaikan hasil pendataan tangkapan nelayan selama satu tahun terakhir sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai Pengelolaan Perikanan Berbasis Masyarakat (PPBM) melalui pendekatan Territorial Use Rights for Fisheries (TURF-Reserve).
Data yang dikumpulkan sejak Mei 2025 itu diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan di TNP Laut Sawu yang lebih adaptif dan berbasis bukti.
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang, Imam Fauzi, mengatakan data menjadi fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Menurut dia, diseminasi data CODRS juga menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi aktif nelayan dalam proses pengelolaan perikanan di wilayahnya.
“Diseminasi data CODRS menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kebijakan pengelolaan perikanan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan. Keterlibatan nelayan dalam proses ini juga memperkuat rasa memiliki terhadap sumber daya laut yang mereka kelola,” ujar Imam Fauzi dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


