iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Nelayan Sumba Dilibatkan Kelola Laut Sawu, Data CODRS Jadi Dasar Kebijakan Perikanan Berbasis Masyarakat

200
Pendekatan TURF-Reserve memberikan ruang bagi nelayan untuk mengelola wilayah tangkapnya secara terstruktur dan bertanggung jawab. (Foto: Adia Puja/YKAN)
Pendekatan TURF-Reserve memberikan ruang bagi nelayan untuk mengelola wilayah tangkapnya secara terstruktur dan bertanggung jawab. (Foto: Adia Puja/YKAN)
  • Bagikan

Kupang, RakyatSumba.ID – Diseminasi hasil analisis data Crew-Operated Data Recording System (CODRS) menjadi langkah awal dalam memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis masyarakat di wilayah Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Mei 2026 tersebut dirangkaikan dengan penyusunan kesepakatan konservasi (conservation agreement) di sejumlah wilayah di Pulau Sumba.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Diseminasi ini bertujuan menyampaikan hasil pendataan tangkapan nelayan selama satu tahun terakhir sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai Pengelolaan Perikanan Berbasis Masyarakat (PPBM) melalui pendekatan Territorial Use Rights for Fisheries (TURF-Reserve).

Data yang dikumpulkan sejak Mei 2025 itu diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan di TNP Laut Sawu yang lebih adaptif dan berbasis bukti.

Baca Juga:
Taklukan Alor di Ronde Pertama, Petinju Asal Sumba Barat Daya Siap Tantang Wakil Timor Leste

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang, Imam Fauzi, mengatakan data menjadi fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Menurut dia, diseminasi data CODRS juga menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi aktif nelayan dalam proses pengelolaan perikanan di wilayahnya.

“Diseminasi data CODRS menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kebijakan pengelolaan perikanan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan. Keterlibatan nelayan dalam proses ini juga memperkuat rasa memiliki terhadap sumber daya laut yang mereka kelola,” ujar Imam Fauzi dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *