Situasi kemudian semakin tidak terkendali.
AD diduga mengayunkan kepalan tangan ke arah Meltripaul. Serangan tersebut berusaha ditangkis oleh Meltripaul.
Setelah itu, YDR disebut datang dan diduga melakukan pemukulan pada bagian pelipis kanan Meltripaul.
Meltripaul kemudian berusaha menjauh dari lokasi.
Namun, menurut keterangannya, sejumlah orang lainnya diduga turut melakukan pemukulan dan menendang dirinya hingga terjatuh ke tanah.
Dalam kondisi terjatuh, Meltripaul mengaku masih mengalami tindakan kekerasan berupa pukulan dan tendangan yang diarahkan ke bagian tubuh dan kepalanya.
Bahkan, YBK disebut kembali melakukan tindakan kekerasan dengan menginjak kaki dan memukul bagian kepala Meltripaul.
Meltripaul akhirnya berusaha bangkit dan menjauh dari lokasi.
Oknum anggota Polres SBD berinisial KA kemudian disebut membawa Meltripaul ke samping rumah pemilik acara.
Setelah situasi mulai kondusif, Meltripaul kemudian dibawa menggunakan kendaraan menuju kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumba Barat Daya untuk melaporkan kejadian tersebut.
Meltripaul mengatakan dirinya datang ke lokasi bukan untuk mencari masalah, melainkan untuk memenuhi undangan acara syukuran 40 hari.
Ia mengaku tidak mengetahui bahwa kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi acara berkumpul, karaoke dan diduga diwarnai konsumsi minuman keras.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
