Ia menilai kuda merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga penyelenggaraan event seperti ini mampu mendorong sektor peternakan, pariwisata, hingga pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pacuan kuda bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembinaan atlet berkuda menuju prestasi yang lebih tinggi,” tegas Thimo Ragga.
Tekankan Sportivitas dan Larangan Minuman Beralkohol
Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan keselamatan selama pertandingan berlangsung.
Ia meminta panitia dan dewan juri menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan adil agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menegaskan larangan peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Diharapkan Dongkrak Pariwisata dan Lahirkan Atlet Berprestasi
Pembukaan Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT 2026 turut dihadiri Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, jajaran Pengurus PORDASI NTT, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Ketua KONI, pengurus PORDASI se-Pulau Sumba, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, insan pers, serta ratusan atlet, pelatih, joki, dan pecinta olahraga pacuan kuda.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


