Waikabubak, RakyatSUMBA.ID – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Menuju PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditutup di Lapangan Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat, Senin (31/8/2026).
Kejurnas yang berlangsung sejak 24 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi Sumba Barat untuk menunjukkan potensi olahraga pacuan kuda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Pulau Sumba.
Penutupan Kejurnas dihadiri Bupati Sumba Barat Yohanis Dade bersama Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga. Hadir pula jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, anggota DPRD, pejabat Kementerian Agama serta sejumlah tamu undangan dan pemangku kepentingan.
Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Federasi Nasional PORDASI Pacu yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Sumba Barat sebagai tuan rumah Kejurnas.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Sumba Barat.
394 Kuda Ikuti Kejurnas Pacuan Kuda
Kejurnas kali ini mendapat antusiasme tinggi dengan keikutsertaan 394 ekor kuda dari berbagai daerah.
Thimotius mengatakan tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pacuan kuda memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu cabang olahraga prestasi unggulan.
Namun, pengembangan olahraga pacuan kuda harus tetap berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.
“Pacuan kuda tradisional bukan sekadar olahraga, tetapi telah menjadi bagian penting dari tradisi dan budaya masyarakat Sumba,” demikian disampaikan dalam sambutan Wakil Bupati.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar tradisi tersebut terus dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi olahraga yang lebih profesional, aman dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kejurnas jadi Bagian Persiapan PON XXII 2028
Wakil Bupati Sumba Barat menegaskan bahwa pelaksanaan PON XXII Tahun 2028 di NTT dan NTB harus dipersiapkan secara matang.
Menurutnya, keberhasilan PON tidak hanya diukur dari aspek olahraga dan prestasi atlet. Ada lima aspek yang harus dicapai, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata dan sukses administrasi.
Dalam konteks tersebut, Kejurnas Pacuan Kuda di Sumba Barat dinilai menjadi bagian penting dari proses persiapan menuju agenda olahraga nasional tersebut.
“Kejurnas ini menjadi salah satu bagian dari proses persiapan menuju PON XXII Tahun 2028,” ujar Thimotius.
Ia berharap pengalaman penyelenggaraan Kejurnas dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menyambut PON mendatang.
Pacuan Kuda Didorong jadi Ikon Olahraga dan Pariwisata NTT
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga mendorong pacuan kuda tradisional menjadi salah satu kekuatan olahraga sekaligus pariwisata NTT, khususnya Pulau Sumba.
Menurut Thimotius, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, PORDASI Pacu, pemilik kuda, pelatih, masyarakat adat, pelaku pariwisata, dunia usaha hingga TNI-Polri.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pacuan kuda tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Dengan pengelolaan yang baik, pacuan kuda tradisional dinilai berpotensi menjadi salah satu ikon olahraga dan pariwisata NTT.
Apresiasi untuk Pemilik Kuda, Joki dan Pelatih
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Kejurnas, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, PORDASI, panitia penyelenggara, aparat keamanan, tenaga kesehatan dan para juri.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada para pemilik kuda, pelatih, joki dan perawat kuda yang telah mempersiapkan kuda-kuda terbaik untuk berlaga dalam kompetisi.
Kepada seluruh kontingen yang akan kembali ke daerah masing-masing, Wakil Bupati berpesan agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan serta membawa pengalaman dan kesan positif dari Sumba Barat.
Penutupan Kejurnas Pacuan Kuda di Lapangan Gelora Pada Eweta menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung selama sepekan.
Namun, pemerintah berharap semangat dari arena pacuan kuda tersebut tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Pacuan kuda diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan olahraga, budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat Sumba menuju PON XXII Tahun 2028 di NTT dan NTB. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
