Menurut Thimotius, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, PORDASI Pacu, pemilik kuda, pelatih, masyarakat adat, pelaku pariwisata, dunia usaha hingga TNI-Polri.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pacuan kuda tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Dengan pengelolaan yang baik, pacuan kuda tradisional dinilai berpotensi menjadi salah satu ikon olahraga dan pariwisata NTT.
Apresiasi untuk Pemilik Kuda, Joki dan Pelatih
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Kejurnas, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, PORDASI, panitia penyelenggara, aparat keamanan, tenaga kesehatan dan para juri.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada para pemilik kuda, pelatih, joki dan perawat kuda yang telah mempersiapkan kuda-kuda terbaik untuk berlaga dalam kompetisi.
Kepada seluruh kontingen yang akan kembali ke daerah masing-masing, Wakil Bupati berpesan agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan serta membawa pengalaman dan kesan positif dari Sumba Barat.
Penutupan Kejurnas Pacuan Kuda di Lapangan Gelora Pada Eweta menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung selama sepekan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
