Diskusi panel turut mengangkat tema “Arah Kebijakan Riset Nasional dalam Mendukung Pembangunan Daerah Berdampak” dengan menghadirkan narasumber dari Komisi X DPR RI, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Sesi lanjutan membahas transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdampak, penguatan kebijakan kemahasiswaan berdaya saing global, pengembangan sumber daya, penjaminan mutu dan akreditasi, hingga upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus.
Rakor ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk menyatukan persepsi serta merumuskan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri.
Menurut Gubernur, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di NTT, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, serta pemerataan pembangunan.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Kepala BRIN yang dinilai dapat mendorong lahirnya riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, sinergi ini dinilai sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi NTT seperti One Village One Product, yang mendorong pengembangan riset aplikatif di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, hingga energi terbarukan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


