Waikabubak, RakyatSUMBA.ID – Festival Sastra Sumba 2026 yang dirangkaikan dengan Lokakarya Penulisan Puisi Berbasis Tradisi Lisan Sumba resmi dibuka di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos. Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi penyair, sastrawan, guru, siswa, penulis, serta peserta dari berbagai kabupaten di daratan Sumba untuk menggali kekayaan tradisi lisan dan mengembangkannya melalui karya sastra.
Dalam sambutannya, Thimotius Tede Ragga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba (SSBS) yang telah menggagas festival tersebut.
Menurutnya, Festival Sastra Sumba menjadi salah satu langkah strategis untuk mengangkat, memperkuat, sekaligus memperluas perkembangan sastra lokal yang berbasis bahasa dan budaya Sumba.
Tradisi Lisan Sumba Disebut sebagai Perpustakaan Hidup
Wakil Bupati Sumba Barat menekankan bahwa ilmu pengetahuan, iman, nilai-nilai sastra, serta nilai-nilai leluhur merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, identitas, dan jati diri masyarakat Sumba di tengah perubahan zaman.
Ia mengatakan kekayaan budaya Sumba tidak hanya tercermin melalui ritual, seni pertunjukan, tenun, maupun arsitektur tradisional. Kekayaan tersebut juga tersimpan dalam bahasa, tuturan, nyanyian adat, cerita rakyat, syair, ungkapan, petuah leluhur, serta berbagai tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


