iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Grow Further: Pelita yang Tumbuh di Luar Sekolah

200
1009176611
Angela Marici Bulu. (Foto: Dok. Ist)
  • Bagikan

Oleh: Angela Marici Bulu, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Weetebula

DI tengah perubahan kurikulum yang terus terjadi dari waktu ke waktu, ada satu keyakinan yang diam-diam tumbuh kuat di masyarakat: sekolah dianggap sebagai satu-satunya tempat yang sah untuk belajar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Akibatnya, pendidikan perlahan mengalami penyempitan makna. Belajar seolah hanya terjadi ketika seseorang mengenakan seragam, duduk di ruang kelas, mencatat pelajaran, lalu mengikuti ujian.

Padahal pendidikan tidak pernah sesempit itu.

Pada hakikatnya, belajar adalah proses manusia membangun pengetahuan, membentuk cara berpikir, dan menempa karakter untuk menghadapi kehidupan. Sekolah memang menjadi salah satu jalur penting dalam proses tersebut, tetapi bukan satu-satunya ruang tempat ilmu tumbuh.

Banyak pelajaran paling berharga justru lahir di luar pagar sekolah.

Seorang anak yang membantu orang tuanya di ladang sedang belajar tentang disiplin dan tanggung jawab. Anak yang mencoba berjualan lalu mengalami kerugian sedang belajar memahami risiko. Anak yang mempelajari keterampilan baru melalui internet sedang melatih kemampuan mencari dan mengolah informasi.

Tidak ada rapor dari pengalaman-pengalaman itu. Tidak ada sertifikat atau nilai akhir.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *