Persoalan Upah PPPK Paruh Waktu di Sumba Tengah Kembali Disorot, Guru Dinilai Belum Diperlakukan Adil

Aktivis muda asal pelosok desa di Sumba Tengah, Exande Kulla
Aktivis muda asal pelosok desa di Sumba Tengah, Exande Kulla. (Foto: Istimewa/RakyatSumba.ID)
  • Bagikan

Exande meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terbuka menjelaskan dasar kebijakan pembayaran tersebut, termasuk kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku, khususnya terkait ketentuan Kementerian PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025.

Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak tenaga pendidik yang selama ini bekerja di tengah berbagai keterbatasan.

“Jangan sampai regulasi dijadikan alasan untuk membenarkan ketidakadilan. Kalau memang ada hak guru yang belum dipenuhi, pemerintah harus berani menyelesaikannya secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Exande mengajak masyarakat sipil, mahasiswa, dan kaum muda untuk ikut mengawal persoalan PPPK Paruh Waktu agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada kesejahteraan guru.

Ia menilai isu tersebut menjadi ujian bagi keberpihakan pemerintah daerah terhadap rakyat kecil, khususnya para tenaga pendidik di pelosok.

“Suara dari desa jangan dianggap angin lalu. Guru adalah fondasi pendidikan daerah. Kalau kesejahteraan mereka diabaikan, maka masa depan pendidikan juga ikut dipertaruhkan,” pungkasnya. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version