Waibakul, RakyatSumba.ID – Paulus S. K. Limu melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Tribhuwana Tunggadewi terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rabu (20/5/2026).
Penandatanganan tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati Sumba Tengah antara Rektor UNITRI Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto bersama Bupati Sumba Tengah.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala PUSDIWASBANG, Agustinus Ghunu serta Kepala Biro Kemahasiswaan (BKMH), Fendiyatmi Kusufa.
Turut hadir pula Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, Inspektur, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Prokopim dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen UNITRI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumba Tengah.
Menurutnya, Sumba Tengah bukan hanya menjadi mitra kerja sama bagi UNITRI, tetapi juga telah menjadi rumah bagi banyak mahasiswa asal daerah tersebut yang kini menempuh pendidikan di Malang.
“Saat ini terdapat 117 mahasiswa asal Sumba Tengah yang sedang menempuh pendidikan di UNITRI dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan penerima beasiswa. Setiap mahasiswa Sumba Tengah adalah investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa depan Sumba Tengah berada di tangan generasi muda sehingga sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan UNITRI diharapkan mampu melahirkan SDM unggul dan berprestasi.
Sementara itu, Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pihak UNITRI Malang.
“Kehadiran UNITRI memiliki tujuan mulia, yakni untuk pengembangan SDM. Apapun yang kita bicarakan, SDM adalah kuncinya,” ungkap Bupati.
Bupati juga menginstruksikan jajarannya agar segera membuat surat edaran kepada berbagai universitas untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam rangka pengembangan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Paulus Limu mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian salah satu perguruan tinggi swasta, sekitar 30 persen putra-putri Sumba Tengah belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sementara dari 70 persen mahasiswa lainnya, belum semuanya dapat menyelesaikan studi akibat keterbatasan biaya pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah menganggarkan dana melalui program beasiswa abadi sebesar Rp3 juta per semester atau Rp6 juta per tahun bagi setiap mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, Bupati juga berharap agar ke depan dapat dibuka kelas hybrid di Sumba Tengah guna memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan demi kemajuan SDM Sumba Tengah,” tutupnya. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
