Pemkab SBD Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Rakor GTRA 2026, Targetkan Pengentasan Kemiskinan

berita SBD
Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat kabupaten Tahun Anggaran 2026, Selasa (28/4/2026). (Foto: Dok. Kominfo Sumba Barat Daya)
  • Bagikan

Tujuannya agar tanah yang dimiliki masyarakat tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan pentingnya peran Gugus Tugas Reforma Agraria sebagai wadah koordinasi lintas sektor.

Baca Juga:
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Waikabubak Malam Ini, Getaran Capai Sumba Barat Daya hingga Manggarai Barat

Menurutnya, keberhasilan reforma agraria sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari proses pendataan hingga pemberdayaan masyarakat.

“Seluruh pihak harus membangun sinergi, mulai dari pendataan, legalisasi aset, dukungan permodalan, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, hingga pembukaan akses pasar,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan reforma agraria di SBD.

Di antaranya adalah sinkronisasi data antarinstansi, keterbatasan anggaran, persoalan tata ruang, hingga dinamika sosial dan adat di tengah masyarakat.

Karena itu, Rakor GTRA ini diharapkan mampu menjadi ruang koordinasi sekaligus solusi dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menargetkan reforma agraria dapat menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.

Baca Juga:
Soal PPPK Paruh Waktu di Sumba Tengah, Wabup: Tinggal Delapan Orang yang Belum Dapat SK

Terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version