Laboya Dete Kini Terang, 112 Rumah dan 20 Jalan Dapat Bantuan Lampu Tenaga Surya

wabup sumba barat
Peresmian penggunaan lampu tenaga surya dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos., pada Selasa (1/9/2026). (Foto: Prokopim Sumba Barat)
  • Bagikan

Waikabubak, RakyatSUMBA.ID – Wajah Desa Laboya Dete, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, kini semakin terang. Sebanyak 112 lampu rumah dan 20 lampu jalan bertenaga surya resmi digunakan masyarakat melalui program bantuan hasil kolaborasi Tim Bantuan Solar Cell, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dan Gereja Kristen Sumba (GKS).

Peresmian penggunaan lampu tenaga surya tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos., pada Selasa (1/9/2026).

Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Laboya Dete. Selain menghadirkan penerangan di rumah-rumah warga, pemasangan 20 lampu jalan tenaga surya diharapkan meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.

Kehadiran fasilitas penerangan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses energi yang lebih mudah dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Warga Sambut Sukacita Bantuan Lampu Tenaga Surya

Peresmian bantuan tersebut dihadiri Kepala Dinas PERKIMTAN Sumba Barat Sofyan Kalowo, S.T., para pendeta, Camat Lamboya bersama jajaran, Kepala Desa Laboya Dete, Babinsa, para kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.

Suasana sukacita terasa dalam kegiatan tersebut. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga Laboya Dete.

Perwakilan tokoh masyarakat, Mati Peku, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan penerangan bagi masyarakat.

Menurut masyarakat, bantuan tersebut bukan hanya soal lampu, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas keluarga dan masyarakat pada malam hari.

Gereja Apresiasi Kolaborasi Lintas Pihak

Ketua BPMJ Laboya, Pdt. Elisabeth L. Suluh, S.Theol., turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja sama berbagai pihak dalam menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua I BPMS GKS, Pdt. Theo. Ia memberikan penguatan terhadap kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan berbagai pihak dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga, dengan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.

Wabup Sumba Barat: Terang Membawa Harapan

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menyampaikan terima kasih kepada Tim Bantuan Solar Cell, Kemenhan, PGI, dan GKS yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Sumba Barat, khususnya warga Desa Laboya Dete.

Menurut Thimotius, bantuan penerangan tenaga surya memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menghadirkan cahaya di malam hari.

“Ketika sebuah rumah mendapatkan terang, maka aktivitas keluarga dapat berjalan lebih baik. Ketika jalan-jalan diterangi, maka masyarakat dapat merasa lebih aman. Terang yang diberikan hari ini adalah bagian dari harapan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.

Penerangan di rumah diharapkan dapat mendukung aktivitas keluarga, termasuk kegiatan belajar anak-anak pada malam hari. Sementara penerangan jalan dapat membantu meningkatkan keamanan dan mobilitas masyarakat.

20 Lampu Jalan Perkuat Rasa Aman Warga

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian penggunaan lampu tenaga surya oleh Wakil Bupati Sumba Barat.

Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan cinderamata kepada Wakil Bupati Sumba Barat, Ketua I BPMS GKS, Kepala Dinas PUPR, serta Camat Lamboya.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Pdt. Theofilus Mete dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama masyarakat serta tamu undangan.

Program bantuan tenaga surya di Desa Laboya Dete menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, gereja, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan yang dirasakan secara langsung.

Kini, energi matahari tidak hanya menjadi sumber kehidupan pada siang hari. Melalui teknologi tenaga surya, cahaya matahari juga hadir sebagai penerangan yang menemani masyarakat Laboya Dete menjalani aktivitas pada malam hari.

Baca Juga:
Pemkab Sumba Tengah dan UNITRI Teken MoU, Bupati Paulus Limu: SDM adalah Kunci Kemajuan Daerah

Bagi warga Laboya Dete, 112 lampu rumah dan 20 lampu jalan bukan sekadar fasilitas penerangan, tetapi juga simbol hadirnya harapan, keamanan, dan peluang untuk kehidupan yang lebih baik.

Terang untuk rumah, terang untuk jalan, dan terang untuk masa depan masyarakat Sumba Barat. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version