Kristoforus juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan.
“Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan kedamaian daerah kita. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya karena hanya akan merusak kebersamaan yang selama ini kita bangun,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan nobar harus menjadi modal sosial untuk membangun daerah.
“Spanyol boleh menjadi juara dunia malam ini, tetapi kemenangan terbesar bagi kita adalah ketika masyarakat tetap rukun, menjaga kedamaian, menolak segala bentuk provokasi, dan bersatu membangun Sumba Barat Daya yang semakin maju,” tegasnya.
Setelah pertandingan berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan juga mampu menjadi perekat persatuan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Kabupaten SBD.
Menutup kegiatan tersebut, Forum Pemuda NTT-SBD kembali menegaskan komitmen untuk terus menjaga kebersamaan melalui semangat “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang” sebagai harapan bersama dalam membangun masa depan Sumba Barat Daya yang aman, damai, dan semakin maju. (rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
