Ia juga mengajak seluruh kader Gempar di Sumba untuk menjaga integritas serta membangun suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Gempar Indonesia, Yohanes H.D. Sirait, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi pengkritik, tetapi harus terlibat aktif dalam pembangunan bangsa.
“Kita harus bekerja untuk Indonesia. Anak muda harus berhenti hanya mengkritik, tetapi ikut berperan nyata membangun bangsa,” ujarnya.
Menurut Yohanes, Gempar hadir sebagai representasi pemuda gereja yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, hingga tingkat nasional.
Dukungan terhadap kehadiran Gempar juga disampaikan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Ia menilai Gempar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan sosial di Sumba Barat Daya.
“Semangat kita sama, membangun Sumba, NTT, dan Indonesia. Pemerintah tentu mendukung karena Gempar bisa menjadi mitra bersama gereja, OKP, dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” kata Ratu Wulla.
Namun, ia mengingatkan agar kehadiran organisasi tersebut tidak berhenti pada seremoni semata.
Ratu Wulla menegaskan bahwa Gempar harus mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di Sumba Barat Daya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
