Menurutnya, pengalaman dari Kejurnas tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan penyelenggaraan PON mendatang.
Pacuan Kuda Berpotensi Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumba
Yohanis Dade juga melihat olahraga pacuan kuda memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Setiap event olahraga yang menghadirkan peserta dan penonton dari luar daerah dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari UMKM, perdagangan, transportasi, perhotelan, kuliner hingga pariwisata.
Potensi tersebut akan semakin besar ketika PON 2028 digelar.
Ribuan atlet, official, pengurus olahraga, media, wisatawan, dan masyarakat dari berbagai daerah diperkirakan akan datang ke Pulau Sumba.
Kehadiran mereka menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sumba kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.
“Ketika mereka datang ke Sumba, mereka tidak hanya melihat pacuan kuda. Mereka akan melihat alam Sumba, budaya dan tradisi Sumba, mengenal masyarakat Sumba serta berbagai potensi pariwisata yang kita miliki,” ungkapnya.
Karena itu, persiapan PON 2028, kata Yohanis, tidak boleh hanya berfokus pada pertandingan olahraga.
Venue, sumber daya manusia, keamanan, kebersihan, kenyamanan, pelayanan, hingga promosi pariwisata harus dipersiapkan secara menyeluruh.
Sumba Barat Ingin Tinggalkan Legasi dari PON 2028
Bupati menekankan bahwa keberhasilan PON tidak semata-mata diukur dari suksesnya pertandingan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


