Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya NTT 2026 Diikuti 69 Peserta, Gubernur Melki: Momentum Perkuat Persatuan

Karnaval budaya
Tarian yang ditampilkan di titik start karnaval budaya, Kamis (13/8/2026). (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)
  • Bagikan

Kupang, RakyatSUMBA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menghadirkan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya NTT 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dibuka dan dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis, 13 Agustus 2026 siang, di Jalan El Tari, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Sebanyak 69 peserta ambil bagian dalam pawai yang menampilkan keberagaman budaya, kreativitas, hasil pembangunan serta kekuatan berbagai elemen masyarakat NTT.

Peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, perguruan tinggi, paguyuban etnis, komunitas, instansi vertikal, TNI, Polri, Kejaksaan, perbankan, BUMN hingga berbagai unsur masyarakat.

Gubernur Melki: Pawai jadi Ruang Tampilkan Kekuatan NTT

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.

Menurutnya, pawai pembangunan dan karnaval budaya menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat karena memberikan ruang bagi berbagai kelompok untuk menampilkan identitas, kreativitas dan potensi yang dimiliki NTT.

“Ini adalah acara yang selalu kita tunggu setiap tahun karena menampilkan seluruh kekuatan yang ada di NTT, baik dari berbagai instansi maupun adat, budaya, pakaian dan macam-macam yang lain,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mempersiapkan penampilan masing-masing.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan, tetapi juga memiliki pesan penting dalam memperkuat kebersamaan, nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

Gubernur berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga keberagaman sekaligus mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Dorong Produk Unggulan Daerah Lewat OVOP, OCOP dan OSOP

Selain budaya, Gubernur Melki mendorong agar momentum kemerdekaan menjadi ruang memperkuat berbagai program pembangunan daerah.

Salah satu yang ditekankan adalah pengembangan produk unggulan daerah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

Program tersebut diharapkan dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat, paguyuban, instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD hingga komunitas.

“Semoga kita terus membuat NTT ini melahirkan banyak produk-produk andalan melalui program OVOP, OCOP, OSOP yang bisa dilahirkan dari berbagai institusi, berbagai kelompok, kelompok kerukunan, paguyuban, instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD, dan semuanya,” katanya.

Gubernur juga mengajak masyarakat mendukung penerapan Jam Belajar Masyarakat pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.

Program tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan.

Karnaval Budaya jadi Simbol Keberagaman dan Persatuan

Ketua Panitia Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya 2026, Beni Nahak, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar mempertontonkan kemeriahan budaya, pakaian dan kreativitas masyarakat.

Menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT tersebut, pawai menjadi ruang refleksi mengenai identitas, asal-usul dan perjalanan masyarakat NTT sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pawai pembangunan dan karnaval budaya 2026 hendaknya kita maknai sebagai perjalanan simbolik dari keberagaman menuju persatuan, dari identitas menuju kebersamaan, dari kebersamaan menuju kemajuan,” ungkap Beni.

Ia menegaskan, keberagaman suku, etnis, budaya dan agama yang hidup berdampingan di NTT merupakan kekuatan penting dalam pembangunan daerah.

Karena itu, setiap peserta yang mengikuti iring-iringan pawai membawa pesan mengenai pentingnya persatuan serta pembangunan yang tetap berakar pada manusia dan kebudayaan.

Beri Dampak Ekonomi bagi UMKM

Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai juga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi salah satu agenda yang dinantikan warga.

Beni menilai, selain memberikan hiburan yang sehat dan edukatif, pawai budaya turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Sejumlah pelaku UMKM dan sektor jasa mendapatkan ruang untuk memperoleh manfaat ekonomi, mulai dari penyewaan pakaian adat, tata rias, dekorasi, transportasi, fotografi, kerajinan hingga kuliner.

“Pembangunan tidak pernah merupakan pekerjaan satu pihak. Pembangunan adalah kerja sama, kebudayaan adalah milik bersama, dan masa depan Nusa Tenggara Timur adalah tanggung jawab bersama,” kata Beni. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version