“Pasien yang sedang menjalani pengobatan harus tetap semangat dan disiplin minum obat sampai tuntas,” pesan Grasiana dalam kegiatan tersebut.
Gerakan Desa Kori Bebas TB dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yakni pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi kesehatan, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
PMT diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan.
Sementara itu, edukasi kesehatan membahas tanda dan gejala TBC, cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memberikan stigma maupun melakukan diskriminasi terhadap penderita TBC.
Dosen Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, Petrus Belarminus, menjadi pemateri dalam sesi edukasi dengan topik “Pencegahan dan Penanggulangan TBC”.
Petrus menjelaskan berbagai hal yang perlu diketahui masyarakat, mulai dari mengenali tanda dan gejala TBC, memahami proses penularan, melakukan pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan secara teratur.
Selain pengobatan, dukungan keluarga dan lingkungan juga dinilai penting dalam proses pemulihan penderita TBC.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


