Namun, pengembangan olahraga pacuan kuda harus tetap berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.
“Pacuan kuda tradisional bukan sekadar olahraga, tetapi telah menjadi bagian penting dari tradisi dan budaya masyarakat Sumba,” demikian disampaikan dalam sambutan Wakil Bupati.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar tradisi tersebut terus dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi olahraga yang lebih profesional, aman dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kejurnas jadi Bagian Persiapan PON XXII 2028
Wakil Bupati Sumba Barat menegaskan bahwa pelaksanaan PON XXII Tahun 2028 di NTT dan NTB harus dipersiapkan secara matang.
Menurutnya, keberhasilan PON tidak hanya diukur dari aspek olahraga dan prestasi atlet. Ada lima aspek yang harus dicapai, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata dan sukses administrasi.
Dalam konteks tersebut, Kejurnas Pacuan Kuda di Sumba Barat dinilai menjadi bagian penting dari proses persiapan menuju agenda olahraga nasional tersebut.
“Kejurnas ini menjadi salah satu bagian dari proses persiapan menuju PON XXII Tahun 2028,” ujar Thimotius.
Ia berharap pengalaman penyelenggaraan Kejurnas dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menyambut PON mendatang.
Pacuan Kuda Didorong jadi Ikon Olahraga dan Pariwisata NTT
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga mendorong pacuan kuda tradisional menjadi salah satu kekuatan olahraga sekaligus pariwisata NTT, khususnya Pulau Sumba.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


