Topik : 

Unkriswina Sumba Gelar Kuliah Umum Gender, Bahas Perempuan, Dapur, dan Kekuasaan di Pedesaan

Reporter : Oktavianus Editor: Semy
Unkriswina Sumba
Kuliah umum di kampus Unkriswina Sumba. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Waingapu RakyatSumba.ID Senat Mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana(Unkriswina Sumba sukses menyelenggarakan kuliah umum bertema “Perempuan Dapur dan Kekuasaan Memahami Transformasi Gender di Pedesaan Indonesia” pada Rabu(22/4/2026

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai III Unkriswina Sumba ini dihadiri ratusan mahasiswa dosen serta pemerhati sosial Kuliah umum dimulai pukul 09.00 WITA dengan menghadirkan dosen Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana(UKSW Salatiga Linda Susilowati Ph.D sebagai pemateri utama.

Baca Juga
Unkriswina Sumba Gelar LLKM 2026 Cetak Pemimpin Mahasiswa Berintegritas untuk Desa Berkelanjutan

Dalam pemaparannya Linda menekankan bahwa istilah “dapur” dalam tema tidak semata merujuk pada ruang domestik tetapi juga memiliki makna simbolik sebagai bagian dari relasi kekuasaan dalam kehidupan sehari-hari

Ia menjelaskan bahwa perempuan di wilayah pedesaan termasuk di Sumba memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi keluarga Namun peran tersebut kerap tidak diimbangi dengan keterlibatan dalam pengambilan keputusan baik dalam struktur formal maupun adat

“Transformasi gender di pedesaan bukan berarti menghapus peran tradisional tetapi bagaimana memberi akses kekuasaan dan nilai tawar yang adil bagi perempuan baik di ranah domestik maupun publik,” jelasnya

Diskusi dipandu oleh Desy A Sitaniapessy S.Si Teol M.Si dari Fakultas Sains dan Teknologi Unkriswina Sumba Suasana berlangsung interaktif ketika moderator mengaitkan materi dengan realitas masyarakat Sumba yang masih kuat dengan sistem patrilineal

Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai peran pendidikan tinggi dalam membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang tanpa harus meninggalkan identitas budaya lokal

Pembantu Rektor III Unkriswina Sumba Elvis Umbu Katongan Retang S.P M.Agb menyatakan bahwa tema yang diangkat merupakan bentuk respons kritis mahasiswa terhadap dinamika sosial di Pulau Sumba

Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa serta meningkatkan kepekaan terhadap isu kesetaraan gender yang berkaitan dengan kearifan lokal

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab Selain mendapatkan wawasan baru peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi

Menariknya panitia turut mengimbau peserta untuk membawa tumbler sebagai bagian dari kampanye kampus ramah lingkungan(green campus guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung

Melalui kegiatan ini Senat Mahasiswa Unkriswina Sumba menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan intelektual sekaligus ruang diskusi progresif dalam mendorong perubahan sosial khususnya terkait isu kesetaraan gender di wilayah pedesaan (rnc/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version