Pernah Putus Sekolah 3 Tahun, Alex Kini Jadi Guru Matematika di Pelosok Sumba

Alexander Ngongo Amma, Guru Matematika di SMPN 2 Kodi Utara, Sumba Barat Daya.
Alexander Ngongo Amma, Guru Matematika di SMPN 2 Kodi Utara, Sumba Barat Daya. (Foto: Dok. Istimewa/RakyatSumba.ID)
  • Bagikan

Oleh: Angela Marici Bulu, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Katolik (Unika) Weetebula

TIGA tahun lamanya Alexander Ngongo Amma hidup tanpa arah setelah putus sekolah. Hari-harinya hanya dihabiskan berkeliaran di luar rumah tanpa tujuan yang jelas. Tidak ada yang menyangka, anak muda yang pernah kehilangan masa depan itu kini berdiri di depan kelas sebagai guru Matematika di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Alexander Ngongo Amma, atau yang akrab disapa Alex, merupakan putra asli Sumba Barat Daya (SBD). Ia lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang pensiunan guru, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang setia mendampingi perjalanan hidupnya.

Namun masa sekolah Alex tidak berjalan mulus.

Saat duduk di bangku SD hingga SMP, ia mengaku sering kehilangan semangat belajar. Ia kerap absen dan menjalani sekolah tanpa motivasi yang jelas. Setelah lulus SMP, Alex memilih berhenti sekolah. Keputusan itu membuat hidupnya berjalan tanpa arah selama tiga tahun.

“Waktu itu saya benar-benar kehilangan tujuan,” kenangnya belum lama ini.

Masa vakum tersebut menjadi titik terendah dalam hidupnya. Di saat teman-teman seusianya mulai melanjutkan pendidikan, Alex justru terjebak dalam kebingungan tentang masa depannya sendiri.

Hingga suatu hari, muncul kesadaran dalam dirinya untuk berubah.

Ia mulai berpikir bahwa hidup tidak bisa terus dijalani tanpa tujuan. Dari situlah Alex memberanikan diri mengikuti ujian Paket C demi mendapatkan ijazah kesetaraan. Keputusan kecil itu perlahan mengubah seluruh jalan hidupnya.

Setelah memperoleh ijazah, Alex melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula yang kini dikenal sebagai Unika Weetebula. Ia bahkan menjadi bagian dari angkatan pertama kampus tersebut.

Pilihan Alex mengambil Program Studi Pendidikan Matematika sempat membuat banyak orang heran. Latar belakangnya sebagai mantan anak putus sekolah membuat sebagian orang meragukan kemampuannya bertahan di bangku kuliah.

Namun keraguan itu justru menjadi bahan bakar semangatnya.

Alex berjuang keras hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Setelah lulus, ia memulai pengabdian sebagai guru honorer di sekolah dasar.

Perjuangan berikutnya datang saat ia mencoba mengikuti seleksi CPNS. Dua kali gagal membuat mentalnya sempat jatuh. Ia mengaku pernah merasa kecewa dan mempertanyakan kemampuannya sendiri.

Tetapi Alex memilih untuk tidak menyerah.

Ia kembali mencoba lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Usahanya akhirnya terbayar ketika namanya dinyatakan lulus.

Momen itu menjadi salah satu peristiwa paling emosional dalam hidupnya.

Keberhasilan tersebut ia persembahkan untuk sang ibu yang selama ini terus mendoakan dan mendukungnya dalam diam.

Kini, Alex mengabdi sebagai Guru Matematika di SMPN 2 Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Kehidupannya perlahan berubah. Ia telah memiliki keluarga kecil yang bahagia dan mampu membangun kehidupan yang lebih layak dari hasil perjuangannya sendiri.

Bagi Alex, masa lalu bukanlah alasan untuk berhenti melangkah.

Ia percaya setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk bangkit selama masih mau berusaha dan percaya pada diri sendiri.

“Jangan pernah menganggap masa lalumu sebagai penghalang masa depanmu. Dengan kesadaran, kerja keras, dan doa, setiap orang berhak untuk bangkit dan membangun hidup yang lebih terarah,” ujar Alex. (*)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version