Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Selain itu, sekolah didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan ramah literasi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas perpustakaan serta program literasi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak para pelajar menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban.
“Membaca adalah kunci membuka masa depan. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan meraih cita-cita yang lebih tinggi,” pesannya.
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pembacaan deklarasi bersama yang menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sumba Barat.
Komitmen tersebut mencakup upaya memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bisa membaca, menjadikan literasi sebagai prioritas utama, serta menuntaskan buta aksara dalam waktu satu tahun.
Gerakan Sumba Barat Membaca diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun budaya literasi yang kuat, sehingga daerah ini tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya dan alamnya, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya yang unggul dan berdaya saing. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
