Menurut Grasiana, keberadaan Perdes tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan TB di tingkat masyarakat.
“Ini merupakan komitmen yang patut menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan penghapusan stigma terhadap penderita TB,” ungkap Grasiana.
Ia menegaskan, perang melawan TB bukan hanya menjadi tugas tenaga kesehatan.
Pemerintah desa, keluarga, organisasi masyarakat, institusi pendidikan dan seluruh warga memiliki peran penting.
Terutama dalam menemukan kasus sedini mungkin, memastikan pasien menjalani pengobatan sampai tuntas serta mencegah terjadinya penularan.
Bukan Sekadar Bicara TB
Gerakan yang berlangsung di Desa Mata Kapore tersebut tidak hanya berisi penyuluhan kesehatan.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan rumah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Penyuluhan pertanian tersebut disampaikan oleh Vera Patrisia Vikavarance Mame, S.Hut.
Program P2L merupakan program Kementerian Pertanian yang mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk menanam sayuran, buah-buahan dan tanaman obat.
Selain menjaga ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mencegah stunting hingga meningkatkan pendapatan keluarga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
