WALHI NTT Soroti Tambak Udang 2.000 Hektar di Sumba Timur: Ancam Sabana hingga Krisis Air Bersih

Divisi Hukum WALHI NTT , Yulianto Behar Nggali Mara
Divisi Hukum WALHI NTT , Yulianto Behar Nggali Mara. (Foto: Dok. Istimewa/RakyatSumba.ID)
  • Bagikan

WALHI NTT menegaskan, kerusakan lebih dari 2.000 hektar sabana dikhawatirkan memicu dampak ekologis jangka panjang yang sulit dipulihkan.

Tak hanya itu, lokasi proyek disebut berada sekitar 700 meter dari permukiman warga. Kedekatan tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan terhadap kualitas hidup masyarakat akibat limbah tambak, pencemaran udara, bau menyengat, hingga ancaman terhadap sumber air bersih.

Baca Juga:
Dihadiri Ketua Umum, Gempar Perkuat Basis di Sumba: 4 Ketua DPC Resmi Dilantik di Tambolaka

“Ketika lingkungan rusak, sumber air tercemar, dan ruang hidup masyarakat hilang, maka masyarakat lokal justru menjadi pihak yang paling menanggung beban,” ujar Yulianto.

WALHI NTT juga menyoroti keberadaan proyek di bentang alam karst yang selama ini berfungsi sebagai penyimpan cadangan air alami. Kerusakan kawasan karst disebut dapat mengganggu sistem hidrologi dan memperbesar risiko krisis air bersih di wilayah yang rentan kekeringan seperti Sumba Timur.

Selain ancaman terhadap sumber air, pembukaan lahan dalam skala besar juga disebut berpotensi meningkatkan kadar garam tanah, merusak kesuburan alami, hingga menghilangkan kemampuan ekosistem dalam menyerap air.

Dalam pernyataannya, WALHI NTT menilai klaim penciptaan lapangan kerja dari proyek tersebut hanya menjadi narasi yang kerap digunakan dalam proyek industri skala besar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version