Bupati Sumba Tengah Dorong PK POM, Targetkan 500 Rumah Tangga dan Tekan Kemiskinan 30 Persen

foto sumba tengah
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu memimpin rapat Orang Tua Asuh Pendamping PK POM di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/4/2026). (Foto: Prokopim Sumba Tengah)
  • Bagikan

Waibakul, RakyatSumba.ID – Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan melalui Program Pekarangan Pro Oli Mila (PK POM).

Hal itu disampaikan saat memimpin rapat Orang Tua Asuh Pendamping PK POM di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:
Cegah Penyakit Ternak, BKHIT NTT dan Pemda SBD Musnahkan 2 Kerbau Ilegal dari NTB

Rapat tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, mulai dari staf ahli, asisten, pimpinan OPD, camat hingga kepala bidang, dengan fokus utama pada percepatan pelaksanaan program bagi 500 Rumah Tangga Penerima Manfaat (RTPM) yang tersebar di 65 desa.

Berdasarkan laporan, implementasi program masih belum optimal. Dari ratusan penerima manfaat, baru 66 rumah tangga yang memanfaatkan dana desa untuk mendukung kegiatan PK POM, menyesuaikan kondisi keuangan desa masing-masing.

Meski demikian, langkah konkret mulai berjalan. Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan telah turun ke lapangan sejak 17 April 2026 untuk membangun kolam ikan serta kandang bebek dan kambing di sejumlah lokasi.

Pemerintah daerah juga menyiapkan distribusi 135 ekor kambing ke desa-desa sasaran. Namun, penyaluran akan diprioritaskan bagi desa yang telah siap secara teknis, termasuk ketersediaan kandang.

Tak hanya itu, Pemkab Sumba Tengah akan segera meluncurkan program ini di setiap kecamatan. Desa Wangga Waiyengu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, ditetapkan sebagai lokasi pertama pelaksanaan launching.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa PK POM merupakan pengembangan dari Program Rumah Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan ekonomi masyarakat.

Program ini bahkan diperluas melalui PK POM Plus yang mencakup sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Sumba Tengah masih berada di kisaran 30 persen atau sekitar 8.000 kepala keluarga. Karena itu, dibutuhkan target yang jelas, terukur, serta pelaporan yang akuntabel dalam pelaksanaan program.

“Program ini harus mengubah pola bantuan sosial menjadi pemberdayaan. Kita ingin masyarakat mandiri, bukan bergantung,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui peran aktif para pimpinan OPD sebagai “orang tua asuh” di desa-desa.

Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan ternak hingga pengembangan hortikultura yang difokuskan pada jenis tanaman produktif.

Menariknya, Pemkab juga mengembangkan program “Menanam Sejuta Harapan” dengan menyiapkan 200 ribu anakan kopi robusta.

Program ini didukung anggaran CSR Bank NTT sebesar Rp143 juta dan ditargetkan menjadi penggerak ekonomi baru masyarakat.

Untuk menyukseskan program tersebut, dibutuhkan sekitar 100 komunitas penggerak di tingkat lokal. Survei lokasi penanaman kopi dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 dengan kriteria lahan minimal satu hektar dan kesiapan teknis lainnya.

Melalui Program PK POM, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah optimistis mampu menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pendekatan pemberdayaan, kolaborasi, dan inovasi ekonomi desa. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version