Bupati Sumba Barat Desak Penuntasan Kasus Penganiayaan Satpol PP, Soroti Kondisi Kamtibmas Daerah

bupati sumba barat
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, didampingi Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, S.Sos, melakukan audiensi dengan jajaran Polres Sumba Barat, Jumat (29/5/2026). (Foto: Prokopim Sumba Barat)
  • Bagikan

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif demi menjawab harapan masyarakat terhadap terciptanya keamanan dan ketertiban di Sumba Barat.

“Kami ingin menyampaikan suara hati rakyat Sumba Barat. Kalau kita satu hati menertibkan, sebenarnya persoalan kecil saja bisa diselesaikan. Jangan ada pembiaran terhadap pelanggaran hukum,” ujarnya.

Baca Juga:
Dari Gereja ke Sekolah, Kapolres Sumba Barat Gencarkan Minggu Kasih, Senin Ceria hingga Jumat Curhat

Polres Sumba Barat Tegaskan Proses Hukum Berjalan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menjelaskan bahwa setiap perkara pidana harus melalui tahapan pembuktian yang kuat agar dapat diproses hingga ke pengadilan.

Terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Satpol PP, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit sebagai bagian dari alat bukti dalam penyidikan.

Kapolres menyebut para korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang akan menjadi dasar dalam proses penetapan tersangka.

“Kami harus meyakinkan pihak jaksa, kemudian jaksa juga harus mampu meyakinkan hakim. Karena itu semua proses harus berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolres.

Ia menegaskan bahwa Polres Sumba Barat berkomitmen menindak setiap pelanggaran hukum tanpa memandang latar belakang pelaku.

Baca Juga:
Mewakili Bupati, Sekda Sumba Barat Resmikan Gedung GKS Jemaat Wee Ranu di Kecamatan Loli

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version