Ketua Bawaslu Sumba Barat Tekankan Sinergi Parpol dan KPU demi Pemilu 2029 yang Berintegritas

Bawaslu Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama pimpinan partai politik dan KPU di Aula Kantor Bawaslu Sumba Barat, Senin (20/10/2026). (Foto: Bawaslu Sumba Barat)
Bawaslu Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama pimpinan partai politik dan KPU di Aula Kantor Bawaslu Sumba Barat, Senin (20/10/2026). (Foto: Bawaslu Sumba Barat)
  • Bagikan

Waikabubak, RakyatSumba.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama pimpinan partai politik dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Aula Kantor Bawaslu Sumba Barat, Senin (20/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal koordinasi dalam menyongsong tahapan Pemilu 2029 sekaligus memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu di Kabupaten Sumba Barat.

Ketua Bawaslu Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak guna menjaga proses demokrasi yang bersih, damai, dan berintegritas.

Menurutnya, konsolidasi demokrasi menjadi ruang bersama untuk menyamakan persepsi terkait aturan kepemiluan serta memperkuat komitmen pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga:
Perindo SBD Siapkan Verifikasi Faktual Sejak Dini, Kepengurusan Ganda jadi Perhatian

“Konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi terkait aturan, mencegah potensi pelanggaran, dan memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Pemilu 2029,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterlibatan partai politik dan KPU dalam forum tersebut sangat penting agar seluruh tahapan pemilu ke depan dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga:
Bawaslu Sumba Barat Gandeng GAMKI, Teken MoU Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Pilkada

Selain Ketua Bawaslu, kegiatan itu juga dihadiri Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Yusti R. Karadji, Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Srie Demu BR Bangun, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Sumba Barat, Benyamin UK Yewang.

Dalam kesempatan tersebut, Yusti selaku Kordiv P3S menyampaikan sejumlah pokok diskusi terkait potensi sengketa pada setiap tahapan Pemilu 2029.

Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar persoalan yang muncul dalam tahapan pemilu dapat diminimalisir.

Sementara itu, Srie Demu sebagai Kordiv HP2H menyoroti pentingnya kerja sama dalam pengawasan partisipatif, khususnya terhadap Data Pemilih Berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan partai politik dan masyarakat sangat dibutuhkan guna memastikan data pemilih tetap akurat dan valid menjelang tahapan pemilu.

“Pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, kami berharap adanya kolaborasi aktif dari partai politik dan masyarakat, terutama dalam pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan agar hak pilih masyarakat benar-benar terjamin,” kata Srie Demu.

Dalam diskusi yang berlangsung, pimpinan partai politik dan perwakilan KPU juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Bawaslu dalam menciptakan pemilu yang damai dan demokratis.

Mereka turut memberikan sejumlah masukan terkait pentingnya sosialisasi aturan kampanye serta penguatan pengawasan hingga tingkat desa agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.

Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan mengenai upaya menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga pelaksanaan Pemilu 2029 agar berlangsung demokratis, aman, dan bebas dari pelanggaran. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSumba.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version